Catatan Etja

April 2, 2007

Euthanasia, Between Quality and Sanctity

Filed under: Catatan Kuliah, Medical, Scientific — etja @ 3:09 am

Hari ini kuliah PBL tentang EuthanasiaEuthanasia memang sudah jadi perdebatan dalam masalah etik kedokteranSanctity of life VS Quality of Life Dalam beberapa kasus kedokteran terkadan kita jumpai kondisi dimana si pasien menginginkan kematian yang baik. Sehingga ia meminta dokter untuk mengakhiri kehidupannya. Inilah yang dinamakan euthanasia. Euthanasia secara harafiah (bahasa Yunani) berarti kematian yang baikEuthanasia dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis:1. Euthanasia sukarela (voluntary euthanasia)Permohonan yang diajukan paien karena gangguan atau penyakit jasmani yang bias menyebakan kematian sesaat diperburuk dg kondisi fisik dan jiwa tidak menguntungkan2. Euthanasia Tidak Sukarela (involuntary euthanasia)Pasien TIDAK mampu mengajukan keinginan untuk mati. Permintaan disampaikan keluarga atau yang bertanggung jawab.3. Bunuh diri Berbantu (assited suicide)Tindakan bersifat individual yang pada kondisi tertentu menghilangkan rasa putus asa dengan bantuan orang lain untuk bunuh diri.Selain itu ada 3 jenis euthanasia :1. Euthanasia aktifTindakan yang dilakukan dengan sengaja oleh dokter untuk memperpendek atau mengakhiri kehidupan pasien2. Euthanasia pasifDokter atau tenaga medis dengan sengaja tidak (lagi) memberikan bantuan medis yang dapat memperpanjang hidup kepada pasien3.Auto-EuthanasiaSeorang pasien secara sengaja menolak dengan sadar perawatan medis, dengan mengetahui dampak tindakannya. Untuk penolakan itu ia harus membuat pernyataan tertulis4. Membunuh berdasar rasa kasihanMengakhiri hidup seseorang yang mengalami penderitaan hebat dan tidak bisa sembuh.Ada juga yang diklasifikasikan sbagai euthanasia palsu (JJ lennan) :1. MBO2. 2. Force majeure3. Tdk berguna lagi4. Penolakan tindakanBeberapa negara di dunia sudah mulai melakukan legalisasi terhadapt tindakan euthanasia. Indonesia dalam hal ini termasuk pada Negara yang masih belum melegalkan euthanasia aktif, atau lebih tepatnya belum ada undang-undang yang mengatur tentang euthanasia. Oleh karena itu, ada banyak sekali factor yang harus dipertimbangkan dalam mengambil tindakan euthanasia, dalam hal ini agama, social, budaya dan lain-lain.

2 Comments »

  1. di psych baru dbahas di chapter late adulthood
    kita lietnya dari segi ethics

    kalau passive euthanasia (withdrawing cure) mostly in all countries is allowed (masih inget case sukma ayu di indo?)
    while yg active, is still strictly prohibited.

    despite of the euthanasia itself, ada yg namanya hospice care yang memberikan pelayanan untuk ‘mati dengan tenang’. di antaranya adalah mengurangi rasa sakit, dan menyediakan sarana psych. such as, mengusahakan keluarga pasien lengkap ada di samping pasien di waktu2 akhir

    agak aneh sie.. aq jg baru tahu. di singapur ada 1 hospice centre. sila kalo mo coba gahooyoggle.com (google+yahoo search engine)

    Comment by dina — April 12, 2007 @ 9:01 am

  2. eh bsa gak kirim data statistiknya euthanasia ke emailku

    Comment by iwanto — January 15, 2009 @ 11:30 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: