Catatan Etja

August 18, 2008

Proposal disetujui!!

Filed under: Medical, Opini — etja @ 11:45 pm

Yay..akhirnya proposal penelitian saya sudah disetujui.. Horeee 🙂

====
Ilmuwan yang Bertanggungjawab

Sebagai syarat menyelesaikan semester 4 ini, mahasiswa di kampus saya diwajibkan untuk membuat sebuah proposal penelitian, yang nantinya pada semester 5 akan dilaksanakan oleh mahasiswa bersangkutan.

Sebenarnya banyak pro dan kontra di dalam kampus seputar adanya keharusan membuat proposal dan melakukan penelitian ini. Sebab, kebanyakan fakultas kedokteran yang sudah menganut sistem PBL, tidak lagi mengharuskan pembuatan karya ilmiah bagi mahasiswanya. Bahkan ada beberapa staf pengajar yang secara terang-terangan menyatakan ketidaksukaannya akan adanya penelitian ini (merasa direpotkan karena menjadi dosen pembimbing)

Bagi saya sendiri, penelitian ini adalah sebuah hal yang sangat penting. Mengesampingkan kesenangan personal saya terhadap penelitian, saya tetap merasa adalah suatu kewajiban bagi mahasiswa sebagai ujung tombak ilmu pengetahuan untuk dapat melakukan penelitian dan menuliskannya dengan baik. Apalah artinya ilmu dan skill yang menjulang kalau nantinya ketika kita meninggal ilmu itu akan lenyap bersama sel abu-abu yang membusuk di kepala kita.

Kebanyakan orang, khususnya di kalangan dokter (citation needed 😛 ) cenderung menciptakan dikotomi janggal antara praktisi dan peneliti. Mereka berpendapat, menulis hanyalah pekerjaan bagi seorang peneliti. Hal ini jelas salah. Saya masih ingat kata-kata Prof. dr. Med Ali Baziad Sp.OG(K) ketika saya mengikuti kursus penulisan Makalah Ilmiah di Balikpapan akhir bulan Juli kemarin


Menjadi seorang praktisi bukan berarti menghilangkan kewajiban seorang dokter untuk menulis
                                                                                                 “

Seorang praktisi sekalipun tetap harus melakukan ”dokumentasi” terhadap hal-hal yang dia alami dan perbuat, minimal dalam bentuk studi kasus sekalipun. Ini merupakan sebuah tanggung jawab moral seorang ilmuwan atas ilmu yang sudah di peroleh.

Pada akhirnya, saya sendiri berharap penulisan penelitian tetap menjadi bagian yang harus dilaksanakan dalam sebuah pendidikan, kedokteran pada khusunya. Menulis adalah suatu bentuk pertanggungjawaban kita sebagai seorang ilmuwan 🙂
Mari menjadi ilmuwan yang bertanggungjawab! 🙂

January 1, 2008

Mengapa kita demam ?

Filed under: Konsultasi, Medical — etja @ 2:44 am

Ketika kita merasa sakit, seringkali suhu tubuh kita ikut meningkat. Sebenarnya, apa yang terjadi ?? Mengapa kita demam ??

(more…)

December 26, 2007

Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD)

Filed under: Medical, Scientific — Tags: , , — etja @ 6:03 am

Latar Belakang
B-GELS atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Pertolongan Pertama Pada Gawat
Darurat (PPGD) adalah serangkaian usaha-usaha pertama yang dapat dilakukan pada
kondisi gawat darurat dalam rangka menyelamatkan pasien dari kematian.
Di luar negeri, PPGD ini sebenarnya sudah banyak diajarkan pada orang-orang awam
atau orang-orang awam khusus, namun sepertinya hal ini masih sangat jarang diketahui
oleh masyarakat Indonesia.
Melalui artikel ini, saya ingin sedikit memperkenalkan PPGD kepada pembaca sekalian.

Prinsip Utama
Prinsip Utama PPGD adalah menyelamatkan pasien dari kematian pada kondisi gawat
darurat. Kemudian filosofi dalam PPGD adalah “Time Saving is Life Saving”, dalam artian
bahwa seluruh tindakan yang dilakukan pada saat kondisi gawat darurat haruslah benar-
benar efektif dan efisien, karena pada kondisi tersebut pasien dapat kehilangan nyawa
dalam hitungan menit saja ( henti nafas selama 2-3 menit dapat mengakibatkan kematian)

Langkah-langkah Dasar
Langkah-langkah dasar dalam PPGD dikenal dengan singkatan A-B-C-D ( Airway –
Breathing – Circulation – Disability ). Keempat poin tersebut adalah poin-poin yang harus
sangat diperhatikan dalam penanggulangan pasien dalam kondisi gawat darurat

Algortima Dasar PPGD
1.Ada pasien tidak sadar
2.Pastikan kondisi tempat pertolongan aman bagi pasien dan penolong
3.Beritahukan kepada lingkungan kalau anda akan berusaha menolong
4.Cek kesadaran pasien
a.Lakukan dengan metode AVPU
b.A –> Alert : Korban sadar jika tidak sadar lanjut ke poin V
c. V –> Verbal : Cobalah memanggil-manggil korban dengan berbicara keras di telinga
korban ( pada tahap ini jangan sertakan dengan menggoyang atau menyentuh
pasien ), jika tidak merespon lanjut ke P
d.P –> Pain : Cobalah beri rangsang nyeri pada pasien, yang paling mudah adalah
menekan bagian putih dari kuku tangan (di pangkal kuku), selain itu dapat juga
dengan menekan bagian tengah tulang dada (sternum) dan juga areal diatas mata
(supra orbital)
e.U –> Unresponsive : Setelah diberi rangsang nyeri tapi pasien masih tidak bereaksi
maka pasien berada dalam keadaan unresponsive
5.Call for Help, mintalah bantuan kepada masyarakat di sekitar untuk menelpon ambulans
(118) dengan memberitahukan :
a.Jumlah korban
b.Kesadaran korban (sadar atau tidak sadar)
c. Perkiraan usia dan jenis kelamin ( ex: lelaki muda atau ibu tua)
d.Tempat terjadi kegawatan ( alamat yang lengkap)
6.Bebaskan lah korban dari pakaian di daerah dada ( buka kancing baju bagian atas agar
dada terlihat
7.Posisikan diri di sebelah korban, usahakan posisi kaki yang mendekati kepala sejajar
dengan bahu pasien
8.Cek apakah ada tanda-tanda berikut :
a.Luka-luka dari bagian bawah bahu ke atas (supra clavicula)
b.Pasien mengalami tumbukan di berbagai tempat (misal : terjatuh dari sepeda motor)
c. Berdasarkan saksi pasien mengalami cedera di tulang belakang bagian leher
9.Tanda-tanda tersebut adalah tanda-tanda kemungkinan terjadinya cedera pada tulang
belakang bagian leher (cervical), cedera pada bagian ini sangat berbahaya karena disini
tedapat syaraf-syaraf yg mengatur fungsi vital manusia (bernapas, denyut jantung)
a.Jika tidak ada tanda-tanda tersebut maka lakukanlah Head Tilt and Chin Lift.
http://www.toadspad.net/ems/graphics/cpr-head-tilt.jpg
Chin lift dilakukan dengan cara menggunakan dua jari lalu mengangkat tulang dagu (bagian dagu yang keras) ke atas. Ini disertai dengan melakukan Head tilt yaitu menahan kepala dan mempertahankan posisi seperti figure berikut. Ini dilakukan untuk membebaskan jalan napas korban.

b.Jika ada tanda-tanda tersebut, maka beralihlah ke bagian atas pasien, jepit kepala pasien dengan paha, usahakan agar kepalanya tidak bergerak-gerak lagi (imobilisasi) dan lakukanlah Jaw Thrust
http://www.toadspad.net/ems/graphics/cpr-head-tilt2.gif
Gerakan ini dilakukan untuk menghindari adanya cedera lebih lanjut pada tulang belakang bagian leher pasien.

10. Sambil melakukan a atau b di atas, lakukan lah pemeriksaan kondisi Airway (jalan napas) dan Breathing (Pernapasan) pasien.

11. Metode pengecekan menggunakan metode Look, Listen, and Feel
http://z.about.com/f/p/440/graphics/images/en/18158.jpg

Look : Lihat apakah ada gerakan dada (gerakan bernapas), apakah gerakan tersebut simetris ?
Listen : Dengarkan apakah ada suara nafas normal, dan apakah ada suara nafas tambahan yang abnormal (bisa timbul karena ada hambatan sebagian)

Jenis-jenis suara nafas tambahan karena hambatan sebagian jalan nafas :

a.Snoring : suara seperti ngorok, kondisi ini menandakan adanya kebuntuan jalan napas bagian atas oleh benda padat, jika terdengar suara ini maka lakukanlah pengecekan langsung dengan cara cross-finger untuk membuka mulut (menggunakan 2 jari, yaitu ibu jari dan jari telunjuk tangan yang digunakan untuk chin lift tadi, ibu jari mendorong rahang atas ke atas, telunjuk menekan rahang bawah ke bawah). Lihatlah apakah ada benda yang menyangkut di tenggorokan korban (eg: gigi palsu dll). Pindahkan benda tersebut
http://home.utah.edu/~mda9899/Image25b.gif

b. Gargling : suara seperti berkumur, kondisi ini terjadi karena ada kebuntuan yang disebabkan oleh cairan (eg: darah), maka lakukanlah cross-finger(seperti di atas), lalu lakukanlah finger-sweep (sesuai namanya, menggunakan 2 jari yang sudah dibalut dengan kain untuk “menyapu” rongga mulut dari cairan-cairan).
http://home.utah.edu/~mda9899/Image25a.gif

c.Crowing : suara dengan nada tinggi, biasanya disebakan karena pembengkakan (edema) pada trakea, untuk pertolongan pertama tetap lakukan maneuver head tilt and chin lift atau jaw thrust saja

Jika suara napas tidak terdengar karena ada hambatan total pada jalan napas, maka dapat dilakukan :

a.Back Blow sebanyak 5 kali, yaitu dengan memukul menggunakan telapak tangan daerah diantara tulang scapula di punggung

b.Heimlich Maneuver, dengan cara memposisikan diri seperti gambar, lalu menarik tangan ke arah belakang atas.
http://home.utah.edu/~mda9899/Image23.gif

c.Chest Thrust, dilakukan pada ibu hamil, bayi atau obesitas dengan cara memposisikan diri seperti gambar lalu mendorong tangan kearah dalam atas.
http://home.utah.edu/~mda9899/Image24.gif

Feel : Rasakan dengan pipi pemeriksa apakah ada hawa napas dari korban ?

12. Jika ternyata pasien masih bernafas, maka hitunglah berapa frekuensi pernapasan pasien itu dalam 1 menit (Pernapasan normal adalah 12 -20 kali permenit)

13. Jika frekuensi nafas normal, pantau terus kondisi pasien dengan tetap melakukan Look Listen and Feel

14. Jika frekuensi nafas < 12-20 kali permenit, berikan nafas bantuan (detail tentang nafas bantuan dibawah)

15. Jika pasien mengalami henti nafas berikan nafas buatan (detail tentang nafas buatan dibawah)

16. Setelah diberikan nafas buatan maka lakukanlah pengecekan nadi carotis yang terletak di leher (ceklah dengan 2 jari, letakkan jari di tonjolan di tengah tenggorokan, lalu gerakkan lah jari ke samping, sampai terhambat oleh otot leher (sternocleidomastoideus), rasakanlah denyut nadi carotis selama 10 detik.
http://home.utah.edu/~mda9899/Image15.gif

17. Jika tidak ada denyut nadi maka lakukanlah Pijat Jantung(figure D dan E , figure F pada bayi), diikuti dengan nafas buatan(figure A,B dan C),ulang sampai 6 kali siklus pijat jantung-napas buatan, yang diakhiri dengan pijat jantung
http://blogs.edweek.org/edweek/thisweekineducation/upload/2007/07/does_the_pulse_need_cpr/no%20pulse.jpg

18. Cek lagi nadi karotis (dengan metode seperti diatas) selama 10 detik, jika teraba lakukan Look Listen and Feel (kembali ke poin 11) lagi. jika tidak teraba ulangi poin nomer 17.

19. Pijat jantung dan nafas buatan dihentikan jika
a.Penolong kelelahan dan sudah tidak kuat lagi
b.Pasien sudah menunjukkan tanda-tanda kematian (kaku mayat)
c.Bantuan sudah datang
d.Teraba denyut nadi karotis

20. Setelah berhasil mengamankan kondisi diatas periksalah tanda-tanda shock pada pasien :
a.Denyut nadi >100 kali per menit
b.Telapak tangan basah dingin dan pucat
c.Capilarry Refill Time > 2 detik ( CRT dapat diperiksa dengan cara menekan ujung kuku pasien dg kuku pemeriksa selama 5 detik, lalu lepaskan, cek berapa lama waktu yg dibutuhkan agar warna ujung kuku merah lagi)

21. Jika pasien shock, lakukan Shock Position pada pasien, yaitu dengan mengangkat kaki pasien setinggi 45 derajat dengan harapan sirkulasi darah akan lebih banyak ke jantung
http://www.medtrng.com/cls2000a/fig11-1.gif

22. Pertahankan posisi shock sampai bantuan datang atau tanda-tanda shock menghilang

23. Jika ada pendarahan pada pasien, coba lah hentikan perdarahan dengan cara menekan atau membebat luka (membebat jangan terlalu erat karena dapat mengakibatkan jaringan yg dibebat mati)

24. Setelah kondisi pasien stabil, tetap monitor selalu kondisi pasien dengan Look Listen and Feel, karena pasien sewaktu-waktu dapat memburuk secara tiba-tiba.

Nafas Bantuan
Nafas Bantuan adalah nafas yang diberikan kepada pasien untuk menormalkan frekuensi nafas pasien yang di bawah normal. Misal frekuensi napas : 6 kali per menit, maka harus diberi nafas bantuan di sela setiap nafas spontan dia sehingga total nafas permenitnya menjadi normal (12 kali).
Prosedurnya :

1. Posisikan diri di samping pasien

2. Jangan lakukan pernapasan mouth to mouth langsung, tapi gunakan lah kain sebagai pembatas antara mulut anda dan pasien untuk mencegah penularan penyakit2

3. Sambil tetap melakukan chin lift, gunakan tangan yg tadi digunakan untuk head tilt untuk menutup hidung pasien (agar udara yg diberikan tidak terbuang lewat hidung).

4. Mata memperhatikan dada pasien

5. Tutupilah seluruh mulut korban dengan mulut penolong
http://home.utah.edu/~mda9899/Image13.gif

6.Hembuskanlah nafas satu kali ( tanda jika nafas yg diberikan masuk adalah dada pasien mengembang)

7.Lepaskan penutup hidung dan jauhkan mulut sesaat untuk membiarkan pasien menghembuskan nafas keluar (ekspirasi)

8.Lakukan lagi pemberian nafas sesuai dengan perhitungan agar nafas kembali normal


Nafas Buatan

Cara melakukan nafas buatan sama dengan nafas bantuan, bedanya nafas buatan diberikan pada pasien yang mengalami henti napas. Diberikan 2 kali efektif (dada mengembang )


Pijat Jantung

Pijat jantung adalah usaha untuk “memaksa” jantung memompakan darah ke seluruh tubuh, pijat jantung dilakukan pada korban dengan nadi karotis yang tidak teraba. Pijat jantung biasanya dipasangkan dengan nafas buatan (seperti dijelaskan pada algortima di atas)

Prosedur pijat jantung :
1. Posisikan diri di samping pasien

2. Posisikan tangan seperti gambar di center of the chest ( tepat ditengah-tengah dada)
http://home.utah.edu/~mda9899/Image19a.gif

3. Posisikan tangan tegak lurus korban seperti gambar
http://home.utah.edu/~mda9899/Image19b.gif

4.Tekanlah dada korban menggunakan tenaga yang diperoleh dari sendi panggul (hip joint)

5.Tekanlah dada kira-kira sedalam 4-5 cm (seperti gambar kiri bawah)
http://home.utah.edu/~mda9899/Image18.gif

6. Setelah menekan, tarik sedikit tangan ke atas agar posisi dada kembali normal (seperti gambar kanan atas)

7. Satu set pijat jantung dilakukan sejumlah 30 kali tekanan, untuk memudahkan menghitung dapat dihitung dengan cara menghitung sebagai berikut :

Satu Dua Tiga EmpatSATU
Satu Dua Tiga Empat DUA
Satu Dua Tiga Empat TIGA
Satu Dua Tiga Empat EMPAT
Satu Dua Tiga Empat LIMA
Satu Dua Tiga Empat ENAM

8. Prinsip pijat jantung adalah :

a. Push deep
b. Push hard
c. Push fast
d. Maximum recoil (berikan waktu jantung relaksasi)
e. Minimum interruption (pada saat melakukan prosedur ini penolong tidak boleh diinterupsi)


Perlindungan Diri Penolong

Dalam melakukan pertolongan pada kondisi gawat darurat, penolong tetap harus senantiasa memastikan keselamatan dirinya sendiri, baik dari bahaya yang disebabkan karena lingkungan, maupun karena bahaya yang disebabkan karena pemberian pertolongan.

Poin-poin penting dalam perlindungan diri penolong :
1.Pastikan kondisi tempat memberi pertolongan tidak akan membahayakan penolong dan pasien
2.Minimasi kontak langsung dengan pasien, itulah mengapa dalam memberikan napas bantuan sedapat mungkin digunakan sapu tangan atau kain lainnya untuk melindungi penolong dari penyakit yang mungkin dapat ditularkan oleh korban
3.Selalu perhatikan kesehatan diri penolong, sebab pemberian pertolongan pertama adalah tindakan yang sangat memakan energi. Jika dilakukan dengan kondisi tidak fit, justru akan membahayakan penolong sendiri.

Penutup
Sekian tulisan ini penulis buat, penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna, kritik dan saran dapat di alamatkan ke email.etja@gmail.com Semoga dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca dan terutama untuk penulis sendiri

Acknowledgements

Gambar-gambar yang digunakan pada tulisan ini didapat dari situs :
http://home.utah.edu/~mda9899/cprpics.html



Penulis mengucapkan terimakasih atas segala ilmu yang diberikan oleh seluruh co-instructor PPGD FK UNAIR, bagian anaesthesiologi dan reanimasi RSUD Dr.Soetomo

December 14, 2007

Synaesthesia, Kelainan yang Asyik

Filed under: Medical, Scientific — Tags: , , — etja @ 3:48 am

Synaesthesia berasal dr bahasa latin syn yg artinya bersatu dan aesthesia yg artinya persepsi. Dengan kata lain synaesthesia dapat diartikan sebagai sbuah persepsi yang bersatu.

Synaesthesia (not to be confused ama majas synaesthsia) adalah sebuah “kelainan” neurologis ketika sebuah rangsagan atau stimulus pada satu reseptor akan menginduksi stimulus pada reseptor lain.

(more…)

September 15, 2007

Tumor

Filed under: Medical, Scientific — etja @ 2:02 am


apa bnr org yg kena tumor,stlh d operasi,pd umumny hny brthn 5 th??ktx kl lbh berarti org tsb bs brthn thd tumor tsb…

===

 

Pertanyaan ini dikirimkan kepada saya beberapa hari yang lalu, namun karena sedikit kesibukan di kampus, baru hari ini saya bisa menjawabnya.

(more…)

September 14, 2007

Olahraga

Filed under: Medical, Opini — etja @ 3:42 pm

Banyak yang bertanya tentang bagaimana cara nya menguruskan badan yang benar, olahraga yang benar, dan pertanyaan2 sejenis itu kepada saya. Ada yang bercerita kalau dia sudah rajin olahraga tapi kok masih tetap penuh lipid sana sini.

Jadi mari kita luruskan kekeliruan itu disini.
Gampangnya,aktivitas itu membutuhkan energi, nah dalam rangka menghasilkan energi itu tubuh mengambil dr makanan yang kita cerna, dalam hal ini yang  terbanyak adalah glukosa dan lemak.

Nah kalo kita beraktivitas akan ada proses pembakaran bahan2 itu. Pembakarannya bukan sembarang dibakar saja. Mekanismenya gini, jika kita berolahraga dalam waktu singkat, maka yang terjadi adalah pengambilan energi dr glukosa secara anaerob. Baru jika kita berolahraga dalam waktu lama (kurang lebih 30 menit), terjadi lipolisis yang menghasilkan energi lebih besar dan membakar lemak di tubuh.
Kesimpulannya :

1. Kalau anda mau melatih otot lakukan lah olahraga berat dalam waktu relatif singkat secara teratur

TAPI

2. Kalau anda mau mengurangi lemak, lakukanlah olahraga sedang (jogging) minimal 30 menit seminggu tiga kali untuk memastikan terjadinya lipolisis (pembakaran lemak)

ps:maap ga detil..dah agak malam..jd ngantuk 😀

pps: mari kita sama2 berjuang ~dr yg lagi diet juga~

September 11, 2007

Med Student = belajar 4 jam sehari ??

Filed under: Daily Life, Medical — etja @ 3:28 pm

Menjadi mahasiswa kedokteran itu kadang susah-susah gampang, masa gampangnya sudah pernah saya rasakan di semester 1. Nah kayaknya sekarang masuk ke masa susah-susahnya nih :).

Semester ini (seperti yang sudah saya sampaikan di post sebelumnya) dipenuhi dengan fisiologi dan biokimia. Bagi beberapa orang semester ini terkesan lebih santai dr semester 2 yang memuat anatomi. Tapi tidak bagi sebagian lainnya, dalam hal ini termasuk saya.

Kebobrokan nilai anatomi (hiks.. 😦 :P) “memaksa” saya untuk meningkatkan porsi belajar di semester ini. Sesuai dg target penjadwalan hidup di awal sem ini. Maka, saya pun mengalokasikan waktu untuk belajar setiap harinya. Alokasinya berkisara antara 4-5 jam per hari untuk kedua mata kuliah vital ( faal, biokim). Syukurnya, sampai saat ini kelihatannya aku masih cukup taat dengan jadwal ini. Doakan bisa bertahan terus ya 🙂

Wew..Mungkin beberapa orang bakal menganggap belajar dalam jumlah segitu adalah hal yang berlebihan, tapi, faktanya jumlah segitu pun kadang terasa tidak cukup buat aku ( yang masih dalam masa  pembentukan habit belajar yang baik). Aku jadi teringat cerita seorang senior di FK, even anak terjenius di angkatannya, yang -patut dicatat-, punya ingatan semi-fotografis, mengalokasikan 8 JAM untuk belajar sehari. Yups, dua kali lipat alokasi waktuku yang , patut tidak dicatat, relatif lelet, dongo, n sedikit tolol :P.

Jadi kalau ada pertanyaan

Apakah Med Sudent = belajar  4 jam sehari ??
ANDA SALAH!!!

menjadi med student = belajar 2 X 4 Jam sehari 😛

nb:doakan saya kuat yah 🙂

September 9, 2007

Myasthenia Gravis

Filed under: Medical, Scientific — etja @ 6:20 am

Warning!!! Heavy Material!! ===

Myasthenia Gravis adalah salah satu kelainan immun bawaan yang cukup langka. Di Amerika prevalensi penyakit ini adalah 2 dari setiap 1.000.000 penduduk. 

(more…)

September 2, 2007

Alergi Udara Dingin

Filed under: Konsultasi, Medical — etja @ 2:57 am

Waktu saya bangun tadi pagi, mendadak tenggorokan saya gatel2, abis itu jadi batuk2 deh. Pagi ini emang dingin banget, n biasanya kalo dingin emang jadinya batuk2 gini. Ini kenapa yah?? Tn. E=== (more…)

April 16, 2007

Komentar tentang Post about Aborsi

Filed under: Medical, Opini — etja @ 3:55 pm

wah..ternyata postingan saya mendapat comment yang cukup menarik..berikut adalah comment dari dr.Marsal S Sp.OG—————————– (more…)

Older Posts »

Blog at WordPress.com.